Senin, 16 November 2009

Mengapa sulit mengucap syukur?

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, "Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."

"Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih."Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug'rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."


Yesus Memberkati..

DIBAYARKAN LUNAS

Seorang pemuda sebentar lagi akan lulus kuliah. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Karena dia yakin ayahnya mampu untuk membelikan, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.
Hari kelulusanpun tiba, pemuda itu menunggu tanda dari ayahnya bahwa ia telah membeli mobil tersebut. Akhirnya pada pagi hari kelulusan ayahnya memanggil dia keruang belajar. Ayahnya mengatakan betapa bangga dan sayangnya ia memiliki anak yang baik seperti dia. Dia memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan bagus.
Dengan penuh keingintahuan, tapi sedikit kecewa pemuda itu membuka kado tersebut dan menemukan sebuah Kitab Suci bersampulkan kulit. Dengan marah ia membentak ayahnya dan berkata, "Dengan uang yang kamu punya ayah hanya memberikan sebuah Kitab Suci?" dan pergi dari rumah meninggalkan Kitab Suci tersebut.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses.
Dia mempunyai rumah yang besar dan keluarga yang harmonis, sementara itu ayahnya semakin tua mungkin sudah saatnya untuk menemuinya. Sejak hari wisuda itu sang pemuda tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya. Sebelum ia melakukan persiapan untuk mengunjungi ayahnya, datang sebuah telegram yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua harta yang ia miliki kepada anaknya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap tidak baik terhadap ayahnya.
Ia mulai mencari berkas-berkas penting ayahnya dan menemukan Kitab Suci yang masih terbungkus rapih seperti saat ia meninggalkannya saat itu. Dengan berlinang air mata, ia membuka Kitab Suci tersebut dan pada saat sedang membaca, sebuah kunci jatuh dari sebuah amplop yang ditempel dibelakang Kitab Suci tersebut.
Kunci tersebut tercantum nama dealer mobil yang sama dengan dealer mobil dimana ia melihat mobil sport bersama ayahnya. Tanggal kwitansinya pun adalah hari kelulusannya dan tercantum...DIBAYARKAN LUNAS
Kadang kala kita salah mengartikan maksud dari seseorang karena penyajiannya berbeda dengan yang kita perkirakan.

Yesus memberkati kita semua….